[Mendirikan RT/RW Net] Arsitektur

Alternatif Arsitektur RT/RW Net


Tulisan rekan Michael Sunggiardi (michael@batutulis.com) di KOMPAS beberapa waktu lalu tentang RT/RW net tampaknya cukup membuat gempar dunia persilatan Internet. Pola fikir konvensional, bahwa Internet hanya berupa ISP & WARNET menjadi terusik. Tidak pernah terpikir sebelumnya bahwa sebuah kompleks perumahan, sebuah kompleks perkantoran dll dapat dihubungan satu sama lain & men-share akses Internet yang sama.

Pola pembiayaannya sederhana, tetangga kita ikut menshare biaya akses ke Internet yang kita sewa 24 jam. Jadi misalnya, untuk akses ke Internet kita menyewa leased line Telkom 64Kbps seharga Rp. 4 juta / bulan, maka jika ada 20 tetangga yang ikut menggunakan akses tersebut; biaya per tetangga menjadi sekitar Rp. 200.000 / bulan untuk akses Internet 24 jam / hari. Sangat murah di bandingkan dengan biaya pulsa telkom yang biasanya kita keluarkan untuk Internet.

Tulisan singkat ini akan membahas sebuah alternatif arsitektur RT/RW-net yang sudah di operasikan sendiri oleh penulis di rumah. Topologi jaringan yang dibangun tampak seperti pada gambar.

Secara umum sebetulnya teknologi yang digunakan tidak berbeda dengan teknologi WARNET biasa. Ada tiga (3) komponen utama yang digunakan untuk membangun sebuah RT/RW-net, yaitu:


* Sambungan ke Internet (biasa kita menginginkan akses 24 jam)
* Gateway yang beroperasi 24 jam.
* Hub LAN untuk menyambungkan semua komputer workstation (termasuk PC tetangga).


Asumsi yang di kembangkan di sini adalah sambungan ini digunakan untuk keperluan rumahan menggunakan peralatan PC seadanya. Tentunya infrastruktur ini akan dapat berubah drastis jika digunakan untuk keperluan kantor yang membutuhkan reliabilitas yang jauh lebih baik.


Sambungan ke Internet

Secara umum kita di Indonesia mempunyai dua (2) alternatif untuk sambungan 24 jam ke Internet, yaitu:


* Leased Line Telkom. Pada kecepatan 64Kbps, komponen biaya yang harus di keluarkan biasanya sekitar Rp. 4 juta untuk telkom & Rp. 4 juta lagi untuk ISP. Jadi total biaya operasional Rp. 8 juta / bulan. Biasanya modem yang dibutuhkan di siapkan oleh operator. Sialnya modem 64Kbps ini biasanya membutuhkan sambungan V.35 (bukan RS.323) seperti yang ada di PC, jadi kita perlu menyiapkan minimal Cisco Router kelas 1600-an yang harganya Rp. 4 juta-an.



* Wireless LAN (WLAN) 1-11Mbps di 2.4GHz (atau 5.8GHz). Solusi ini jauh lebih murah daripada Telkom. Saya pribadi sangat menyarankan penggunaan peralatan ini daripada menggunakan Telkom. Peralatan wireless di 2.4GHz lengkap & baru berupa card, kabel coax & antenna di akhir tahun 2001 berkisar sekitar Rp. 4 juta. Sekedar gambaran di pertengahan tahun 2001, peralatan yang sama berkisar sekitar Rp. 7 juta-an. Biaya ke telkom tidak ada sama sekali, tinggal yang sisa biaya ke ISP. Sangat tergantung ISP & konfigurasi jaringan yang ada, bisa berkisar antara Rp. 330.000 s/d 4 juta / bulan. Saya pribadi menggunakan sambungan yang Rp. 330.000 / bulan. Teknik instalasi card WLAN perlu dipelajari & sebetulnya cukup mudah jika menggunakan Windows.




PC Gateway

PC gateway adalah sebuah PC yang 24 jam / hari bertindak sebagai perantara dari LAN di belakangnya ke Internet. Berbagai fungsi proxy di jalankan oleh PC gateway tersebut. Saya menggunakan PC Pentium II 166MHz 64Mbyte RAM sebagai gateway ke Internet yang di operasikan 24 jam ke Internet.

Jika anda menggunakan Windows, paket software minimal yang perlu di install adalah:

* Software driver WLAN
* Card WLAN
* Card ethernet ke LAN RT/RW-net.
* Software Wingate / Winroute untuk proxy
* Software Mdaemon untuk mail server.


Jika anda menggunakan Linux (saya menggunakan Linux Mandrake 8.0), paket software minimal yang perlu di install adalah:

* Software driver WLAN
* Card WLAN
* Card ethernet ke LAN RT/RW-net.
* Software Squid atau iptables untuk proxy server.
* Software postfix, fetchmail, imap untuk mail sever.


Khusus untuk konfigurasi Linux, kita dapat mengembangkan konfigurasi yang jauh lebih kompleks daripada Windows. Misalnya:

* Menginstalasi MRTG & SNMP untuk melakukan monitoring kondisi jaringan.
* Menginstalasi Firewall.
* Menginstalasi postsentry yang merupakan software intrusion detection.
* Dll. semua software yang dibutuhkan biasanya sudah tersedia di CD Mandrake 8.0.




LAN Hub & Sambungan Ke Tetangga

Seperti hal-nya WARNET, akses ke Internet di share menggunakan konfigurasi LAN melalui peralatan Hub. Hanya saja kabel LAN yang digunakan tidak di batasi hanya sebatas ruangan WARNET, tapi di buat menembus tembok rumah atau menyebrangi menuju ke rumah tetangga. Kabel UTP dapat digunakan untuk jarak sekitar 100 meteran, untuk jarak yang lebih jauh (s/d 300 meter-an) sebaiknya menggunakan kabel coax RG8.

Saya sendiri di rumah menggunakan Hub 10Mbps bekas yang bisa diperoleh di pasaran seharga Rp. 25-75.000 / buah. Kecepatan LAN 10Mbps sudah cukup untuk keperluan Internet yang kecepatannya biasanya lebih rendah dari 1Mbps.

Onno W. Purbo
loading...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »