Showing posts with label Bussiness. Show all posts
Showing posts with label Bussiness. Show all posts

Indonesia-Bahrain Sepakat Tingkatkan Investasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Bahrain meningkatkan investasinya di Indonesia. Pasalnya, investasi Bahrain di Indonesia sangat kecil. Harapan itu disampaikan saat Jokowi menerima kunjungan kehormatan Ketua Parlemen Kerajaan Bahrain Ahmed Ebrahim Rashed Almulla, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/3).

Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir mengatakan, Presiden Jokowi dan Ahmed Ebrahim lebih banyak berdiskusi soal peningkatan kerja sama di bidang ekonomi.

"Beliau (Presiden) mengimbau dan mengharapkan agar investasi Bahrain itu ditingkatkan lagi, karena nilainya kecil sekitar USD800 ribu di tiga proyek," ujar Fachir di Kantor Presiden, Jakarta.

Di bidang perdagangan, nilai perdagangan Indonesia ke Bahrain tahun 2016 mencapai 101 juta dollar AS.

Angka tersebut naik 30 persen dibandingkan tahun 2015. Meski demikian, Fachir mengakui bahwa nilai itu masih terbilang kecil. Presiden Jokowi juga menyampaikan komitmen kepada Ketua Parlemen Bahrain untuk meningkatkan nilai perdagangan.

"Terutama untuk produk Indonesia, misalnya furniture, garmen, dan tekstil. Yang lain-lain juga akan lebih ditingkatkan lagi," ujar Fachir.

Demikian pula pada sektor investasi. Fachir mencatat, nilai investasi Bahrain di Indonesia hanya mencapai 800 ribu dollar AS untuk tiga proyek. Ketua Parlemen Bahrain juga berkomitmen meningkatkan kembali nilai investasi negaranya di Indonesia. (sumber)

Sumsel Latih Dirut dan CEO BUMDes Kelola Sumber Daya Alam yang Melimpah

Para Dirut dan CEO BUMDes di Sumatera Selatan mendapat pelatihan manajemen baru-baru ini di Sumsel (baca).

Pelatihan yang bertempat di Muaraenim itu diikuti oleh para dirut dan kades setempat. Beberapa potensi keuangan, produksi dan jasa di pedesan diyakini dapat dikelola untuk meningkatkan PAD.

Selain itu, Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi dengan kekayaan alam yang melimph. Daerah ini memiliki hampur semua jenis tambang, logam mulia, batubara, minyak dan gas dll serta perkebunan.

Hub Internasional Baru, Pelabuhan Kuala Tanjung, Batubara, Sumut

Sumatera Utara mempunyai pelabuhan Kuala Tanjung di Batubara yang menjadi hub internasional baru. (baca)

Sayangnya pembangunan kereta api pernah tersendat karena diduga salah perencanaan.

Jalan tol antara Kuala Tanjung dan Tebing Tinggi juga sedang dibangun.
 

Selain SoftBank Vision, Saudi Geber Investasi di Uber dan Noon.com

Arab Saudi dilaporkan sedang melakukan investasi besar-besaran di berbagai bidang untuk mendiversifikasi pemasukan negara dari minyak.

Baru-baru ini negara ini investasi 45 miliar dolar AS di SoftBank Vision milik miliarder Jepang (baca) dan juga 3,5 milar di perusahaan taksi online Uber. (baca)

Mereka juga mendanai startup lokal noon.com yang diproyeksikan menjadi pasar online terkemuka di Timur Tengah layaknya amazon.com. (baca)

Melalui SoftBank Vision, Arab Saudi akan menggalang dana sampai 100 miliar dolar untuk diinvestasikan diberbagai bidang teknologi di AS.

Presiden Donald Trump pernah membanggakan niat investasi ini. (baca)

LDR Perbankan Sulut Capai 132, 84 Persen

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Luctor Tapiheru mengatakan rasio pinjaman terhadap dana atau loan to deposit ratio (LDR) perbankan di daerah tersebut pada Juli 2014 mencapai 132,84 persen.

"Posisi LDR perbankan Sulut pada bulan Juli 2014 mencapai 132,84 persen jika dibandingkan posisi yang sama tahun lalu 129,59 persen, artinya masih terjadi capital inflow atau dana dari luar Sulut masuk," kata Luctor di Manado, Selasa.

Luctor mengatakan bahwa LDR adalah perbandingan antara penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).

"Hal ini menandakan penyaluran kredit oleh perbankan di daerah tersebut, khususnya bank umum, terus meningkat, yakni lebih besar daripada penghimpunan dana masyarakat," katanya.
Peningkatan LDR tersebut, menurut dia, karena kredit perbankan di Sulut tumbuh lebih tinggi ketimbang DPK secara year on year (YoY).

"Penyaluran kredit Juli 2014 capai Rp24,46 triliun, sementara penghimpunan dana masyarakat Rp18,41 triliun," kata Luctor.

LDR sebesar 132,84 persen, menurut dia, menandakan bahwa penyaluran kredit kepada masyarakat lebih tinggi daripada dana terhimpun dari masyarakat atau DPK.

"Sebagian perbankan beroperasi di daerah ini harus memasok dana dari luar Sulut untuk memenuhi permintaan kredit sektor riil di daerah ini yang makin tinggi," jelasnya. (antara)